Bebeerapa hari belakangan ini gonjang-ganjing krisis keuangan yang tengah melanda Amerika Serikat berimbas ke beberapa negara lainnya, termasuk Indonesia. Menyikapi hal ini, Presiden SBY sudah mengingatkan agar kita tak mencari keuntungan di tengah krisis ini karena akan tambah memperparah keadaan. Peringatan itu secara tidak langsung juga ditujukan untuk para pemburu dollar di internet, khususnya yang memanfaatkan jasa paypal sebagai alat pembayaran online. Apa pasal?
Gonjang-ganjing krisis keuangan ini ternyata membuat kurs dollar USD atas rupiah meningkat. Sekitar dua bulan lalu, saya menarik uang dari paypal dari satuan mata uang USD perdollarnya senilai Rp 8.800. Dan dua hari kemarin saya cek, kurs USD di paypal ke rupiah nyaris Rp 10.000. Capaian tertinggi sebelumnya Rp 9445.
Memang sih, kalau kita menarik uang dari paypal dalam kisaran 100-an USD selisihnya tak begitu mencolok. Taruh saja dari Rp 9000 ke 10.000, seleisih 1000 x 100= Rp 100.000. Tapi bagi saya, ada rasa puas yang tak bisa diungkapkan (cieleh) ketika menarik uang dari paypal ketika kursnya tinggi. Apalagi kalau jumlah yang ingin dicairkan lumayan banyak.
Apa kemudian perilaku seperti ini bisa disebut sebagai menguntungkan diri sendiri, oportunis? Ah saya rasa tidak. Lagian kalau kita mencairkan uang dari paypal, kita juga turut menyetor pemasukan ke bank tempat kita menyimpan uang. Dan kita tak dengan sengaja menimbun uang, yang dimaksudkan untuk mempermainkan rupiah dan mengeruk keuntungan. Kita cuma pemain kecil, yang mendapatkan upah dari jerih payah dengan bayaran satuan matas asing negara lain, yakni USD.
Apakah anda juga termasuk orang yang mengais recehan dolar dari peluang bisnis internet, sama seperti warga indonesia lain yang mencoba untuk bertahan hidup?
Sudah Dikirim Dokumen, PayPal Masih Dilimit
December 2nd, 2008Sudah Kiirim Dokumen, Paypal Masih Dilimt
Beberapa kali saya posting di blog ini mengenai masalah limit paypal yang tak diproses meskipun kita sudah mengirimkan dokumen yang diminta. Seperti yang saya sampaikan di sini juga ini. Beberapa waktu lalu saya chatting dengan dugloo (id ym) menyampaikan persoalan limit ini.
Dia bertanya, “memangnya dokumen apa yang diminta oleh paypal?”
“Dokumen yang diminta payment bill.”
“Dokumen yang kamu kirim apa”
“KTP”
“Ya iyalah, pasti nggak akan diproses.”
“Lha harusnya apa, yang rekening listrik, telp, tabungan itukah..”
“Iya. Kalau yang diminta payment bill, yang dikirim dokumen itu. Rekening listrik, rekening telpon, atau tagihan kartu kredit”
“Memangnya mereka ngerti kalau yang saya kirim KTP itu beda dengan rekening listrik”
“Buktinya nggak diproses kan?”
Chat di atas sudah saya adaptasi. Chat berlangsung dengan bahasa Inggris. Dugloo, anehnya, hingga saat ini saya belum tahu nama aslinya. Yang saya tahu, dia tinggal di India. Saya mulany dapat kontak dia dari miragecommander (id ym) karena waktu itu vcc dia habis dan menyrnkan sya menghubungi temannya, si dugloo itu. Sampai saat ini saya biasa pesan VCC dari dugloo dan miragecommander. Meskipun saya tak tahu siapa nama sebenarnya, tapi servis mereka ok banget. Malah bisa ditanya-tanya soal paypal. Soal Dugloo akan saya ceritakan di posting berikutnya.










No comments:
Post a Comment